Ikan
dan tanaman yang dipilih untuk sistem akuaponik haruslah memiliki
kebutuhan yang sama terhadap suhu dan pH air. Meskipun ada kompromi
mengenai kebutuhan suhu dan pH air ikan dan tanaman, semakin dekat nilai
suhu dan pH air keduanya, maka semakin sukses sistem akuaponik yang
dijalankan. Aturan yang umum misalnya, air akuaponik yang hangat dan
segar lebih cocok dengan ikan nila, gurame dan sejenisnya dan tanaman
adalah selada (lettuce), kangkung, bayam dan jenis tanaman rempah
seperti mint, kemangi, basil dan sejenisnya. Di dalam sistem akuaponik
dengan kepadatan tebar ikan yang tinggi, tanaman yang cocok adalah
tanaman buah seperti tomat, paprika, terong, lombok, mentimun dan
sebagainya.
Ikan yang juga baik dibudidayakan di dalam sistem akuaponik dengan hasil yang baik adalah : nila, mujair, gurame, koi, ikan mas dan berbagai ikan hias seperti tetra, gupi, moli, komet, ikan kupu-kupu dan sebagainya. Dan juga ikan lainnya yang dibudidayakan di dalam sistem akuaponik dengan hasil cukup baik adalah : karper, kakap putih (barramundi), tombro perak dan emas, lele, bawal, patin dan ikan bass.
Berbagai
jenis tanaman yang baik dibudidayakan di dalam sistem akuaponik adalah :
selada (lettuce), pak coi (sawi daging), kubis, kemangi, mint, selada
air, kangkung, sawi, bayam dan lain-lain tanaman sayur berdaun hijau.
Tanaman
yang memiliki kebutuhan nutrisi lebih tinggi dan hanya akan berhasil di
dalam sistem akuaponik dengan kepadatan tebar ikan yang tinggi sampai
sangat tinggi dan sudah matang adalah : tomat, paprika, mentimun, kacang
polong, labu, brokoli, kembang kol, kubis, terong lombok, melon,
strawberi dan lain-lain.
Hampir
semua jenis tanaman dapat tumbuh di dalam sistem akuaponik, bahkan
tanaman seperti pisang, jeruk lemon, limau, delima, jagung manis, lobak,
wortel, pepaya, bawang dan anggrek.
Semoga bermanfaat...


Social Plugin